Translate

Kamis, 14 Mei 2015

Antara Agama dan Keluarga



Aku memiliki keluarga yang tergolong harmonis, itu ketika alm. Ibunda tercinta masih hidup. Sepeninggalan beliau keadaanpun berubah 180 derajat dari keadaan awal. Kebiasaan-kebiasaan yang dulunya tidak pernah dilakukan didalam keluarga seakan menjadi hal yang lumrah dan itu berlangsung setiap hari. Pembaca pasti bertanya-tanya kebiasaan apakah yang terjadi ???

Awalnya saya sangat berat untuk mengungkapkan hal ini. Apalagi ini merupakan masalah keluarga yang menurut saya sangat bersifat pribadi dan bukan menjadi komsumsi public yang bisa dibaca dan dilihat orang banyak. Saya sadar jika masalah ini saya pendam sendiri tentunya sangat berdampak buruk bagi diri pribadi saya. Ditambah lagi nasehat dan motivasi dari teman-teman yang selalu mendukung di setiap langkah dan tindakan yang akan saya lakukan.

Aku terdiam sejenak,,, ku lanjutkan tulisan ini kembali tentang kebiasaan itu. Kebiasaan yang saya maksud adalah ipar saya sendiri sering meminum-minuman keras dan berprilaku diluar koridor agama isalam yang semestinya. Hal itu sangat mengayak naluri dan membuat perasaa ini menjadi hancur sehingga menimbulkan pertanyaan dalam jiwa ini “mengapa semua ini bisa terjadi ???”

Berbagai macam cara telah saya lakukan untuk menghentikan semua hal buruk tersebut, tapi yang terjadi, tidak ada perubahan sama sekali dan bahkan lebih parah dari yang sebelumnya. Dan lebih parahnya lagi apabila ada teman-teman yang nginap dirumah, bukannya menghargai malah kebiasaan buruk itu tetap dilakukan. Apabila teman saya bertanya, muka saya memerah tak tahu mau memulai dari mana untuk menjawabnya. Ingin rasanya hati ini menasehatinya. Tapi apa yang terjadi ketika saya melihat kakak perempuan saya yang sedang mengandung anaknya dalam usia 10 bulan sayapun merasa kasihan dan berpikir ulang untuk tetap menahan emosi dan menjaga perasaan kakak saya.

Spontan, aku dilema pada saat itu juga. Di satu sisi saya ingin menegakkan agama Islam yang perintahnya bertaqwa dan menjauhi minuman keras, menjauhi larangannya dan mengerjakan perintahnya. Di sisi lain saya harus melindungi keluarga terutama kakak perempuan saya agar mereka tetap bahagia.

Apa yang harus saya lakukan ??? apa yang harus kuperbuat ??? langkah apa yang harus kutempuh ??? apakah aku harus diam saja ??!


Hal itulah yang masih menjadi pertanyaan sampai sekarang dan membuat saya bingung dan sekan pasrah untuk menerima keadaan sembari menunggu  keajaiban dan membiarkan waktu berjalan dengan sendirinya mengubur semua kenagan-kenagan buruk tersebut.

Penulis : IMMawan Ismail 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar