Translate

Sabtu, 09 Mei 2015

Menulis Dengan Rasa

Penulis : Ilham Kamba
(Aktivis IMM)
Menulis Dengan Rasa
Oleh : Ilham Kamba    
 Ada tiga pilar yang dapat membangun kecakapan intelektual seseorang, diantaranya adalah membaca, diskusi, dan menulis. Meningkatkan kecakapan intelektuan merupakan kewajiban bagi kita sebagai manusia yang memiliki akal fikiran. Bukan kah perintah yang pertama turun adalah “Iqro” yang artinya bacalah. Terlebih lagi bagi kalangan akademis, sebab akademisi memiliki tanggung jawab yang sangat besar bagaimana ia mampu menjadi cahaya di tengab kegelapan, menjadi bulan bagi malam yang gelap, dan menjadi matahari yang selalu menyinari.
     Pada tulisan kali ini penulis hanya akan membahas seputar bagamana kita dapat menulis. Dunia tulis menulis sering kita kenal dengan istilah “Jurnalis”. Penulis sengaja mengangkat teman ini karena penulis baru-baru mengikuti workshop jurnalistik yang digelar oleh Universitas Muhammadiyah Parepare yang bekerjasama dengan Suara Muhammadiyah selama dua hari pada tanggal 7 – 8 Mei 2015 di Aula Pascasarjana UMPAR. 
     Tidak hanya itu, penulis juga menilai bahwa budaya menulis merupakan kebutuhan bagi setiap mahasiswa, sehingga topic ini menjadi bahan yang hangat untuk kita bicarakan. Banyak yang mengatakan menulis itu susah, menulis itu hanya orang yang pintar, menulis itu harus butuh perenungan, menulis itu bukan keahlian saya,dan lain sebagainya. Itu semua merupakan alas an yang dibuat-buat oleh nafsu kemalasan kita.
     Mahasiswa bukan manusia yang baru mengenal tulisan, bukan kah pada saat kita di sekolah dasar kita diajari untuk menulis sebuah karangan bebas ? kita diajar membuat pantun, kita diajar membuat puisi, cerpen dan lainnya. Setelah masuk SMP dan SMA tentunya kita semakin mahir dalam menulis. Buktinya kita sudah 12 tahun tidak pernah lepas dari penah dan sebuah kertas. Jadi bagi kita mahasiswa jangan menjadikan kemalasan sebagai alas an untuk berkarya dalam hal ini membuat sebuah tulisan.
     Penulis memiliki beberapa trik cara jitu agar kita dapat terbiasa untuk menulis, tips ini didaptkan juga pada workshop jurnalistik yang di gelar di Parepare. Mau mahir menulis ??? ikuti tips di bawah ini :
  1.  Menjadikan meulis sebagai gaya hidup, jadi bukan hanya style rambut, style pakaian yang dijadikan gaya hidup, akan tetapi budaya menulis harus menjadi gaya hidup kita apalagi kita adalah akademis yang syarat dengan kecerdasan.
  2.  Menulis dengan rasa, kadang kita menemui mahasiswa yang ketika di sososial media memiliki tulisan yang mampu membuat orang terharu bahkan menangis, kenapa ? karena dia menulis dengan rasa. Orang yang sedang galau biasanya mudah menuangkan isi hatinya atau perasaannya menjadi sebuah tulisan, itulah salah satu contoh menulis dengan rasa. Tapi bagi kita, apakah harus menuggu suasana hati galau lalu menuliskannya menjadi susunan kata-kata? saya pikir tidak mesti seperti itu. Cobalah untuk mencari suasana yang nyaman bagi kita untuk meluapkan isi hati atau pikiran menjadi sebuah tulisan.
  3.  Jadikan catatan harian sebagai sarana, catatan harin sangat membatuh kita untuk mahir mengolah rasa menjadi sebuah tulisan. Dengan rajin menulis aktivitas sehari-hari kita makan lama-kelamaan kita akan terbiasa untuk menulis. Sehingga dalam kondisi apapun kita tetap bias menulis, “jangan tunggu galau”  hehehehe
  4. Menulis bukan paksaan, kita perlu menanamkan sebuah prinsip dalam diri kita bahwa menulis bukanlah sebuah paksaan, dengan begitu kita akan ikhlas dalam menulis.

   Sangat banyak manfaat ketikan kita mahir dalam menulis. Coba ingat kembali, banyak film-film yang awalnya hanyalah sebuah novel, dan novel itu adalah sebuah karya tulis. Bagai mana  Buya Hamka dalam menulis hikayat-hikayatnya, Kang Abik yang tulisannya yang penuh makna dan menggugah nurani. Masih banyak para penulis yang sampai saat ini karya-karyanya masih menjadi idola dan masih dapat kita nikmati hasil tulisannya.
     Penulis merasa cukup pada bahasan ini, mari kita mulai membiasakan diri menulis, karena banyak hal yang kita bias dapatkan dengan menulis. Terima kasih penulis ucapkan, semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua.
   ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
Tentang Penulis dalam dunia Jurnalis
Penulis merupakan salah satu kontributor pada media pemberitaan :


    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar