Translate

Rabu, 15 November 2017

Bukan Aktivis Bayaran






Sejarah panjang bangsa ini tidak bias dilepaskan dengan yang namanya pemuda. Mulai dari Pergerkan Budi Oetomo, sumpah pemuda tahun 1928 yang menjadi cikal bakal berdirinya bangsa ini. Sampai kepada tahun 1945 lagi-lagi pemuda muncul kepermukaan dengan inisiatif menculik bung karno dan bung Hatta yang kemudian memproklamirkan kemerdekaan Indonesia sehingga bangsa ini dapat bebas dar belenggu penjajahan.

Dan kini ketika nikmatya kemerdekaan telah kita rasakan, peran pemudapun tidak luntur begitu saja. yang kemudiaan pemuda bertransformasi menjadi mahasiswa. masih segar dalam ingatan ketika pada tahun 1998 ketika rezim zolim yang memimpin negri ini. dengan tegas mahasiswa hadir mengulingkan rezim lalim itu.

sekarang puluhan tahun berlalu, kondisi bangsa ini belum juga mengarah kepada cita-cita awal bangsa ini menjadi bangsa yang maju, berdaulat, adil, dan makmur. sudah 72 tahun kemerdekaan ini dirasakan dan sudah 7 putra putri terbaik bangsa ini silih berganti merangkul tongkat estafet kepemimpinan tapi harapan masih jauh dari kenyataan.

mahasiswa adalah agent perubahan yang disiapkan untuk melanjutkan tongat kepemimpinan bangsa, namun teriakan kebenaran agaknya jarang lagi terdengar. mahasiswa yang dulu rela menapaki tajamnya aspal jalanan, teriknya matahari hanya demi menyalurkan aspirasi rakyat, memperdengarkan jeritan hati rakyat kecil kepada para wakil rakyat yang dengan bangganya melengak lenggok di kursi senayan.

teriakan "maju tak gentar membela yang benar" sudah menjadi hal yang langka ketika mahasiswa turun membawa kepentingan pribadi, bukan lagi kepentingan rakyat banyak.idealisme tergerus dengan kencangnya materalisme. sekarang semua matrealis , takan ada mahasiswa yang bergerak tanpa adanya dana atau uang dari si pemilik kepentingan.

dengan kondisi yang memprihatinkan itulah kemudian sekelompok mahasiwa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) hadir sebagai solutor, provokator dan eksekutor dalam mengawal dinamika bangsa yang tengah bergejolak. IMM sebgai gerakan mahasiswa islam aktif meneriakan jeritan hati rakyat. siap menjadi tameng yang akan menghadang segala kebijakan pemerintah yang tak sesuai dengan kepentingan rakyat kecil. kader IMM bukanlah aktivis bayaran dengan isu titipan, yang rela menjual ideologinya demi sebuah materi belaka. 

teriakan keadilan akan sennatiasa di gaungkan, jeritan hati rakyat akan senantiasa di senandungkan meski urat leher akan putus, kerongkongan akan kering,pita suara akan hilang, tak akan menghalangi lagkah kader IMM untuk memperjuangkan aspirasi rakyat kecil. 

wahai ... engkau mahasiwa ...
bangkit ... bangkitlah ,...
 perjuangan kita belumlah usiai....


penulis ;Qurniawan Rusli

Tidak ada komentar:

Posting Komentar