Translate

Kamis, 23 November 2017

Sinetron Ancaman Moral Generasi Muda

   


   seiring dengan berkembangnya zaman di bidang teknologi informasi dan komunikasi.maka semakin bertambah pula peran signifikan yang harus diemban oleh generasi muda saat ini. begitu pesatnya perkembangan teknologi saat ini menjadika batasan antar negara kian kabur, bahkan dengan canggihnya teknologi sekarang kejadian yang ada di belahan dunia yang lain bisa disaksikan secara langsung melalui layar kaca atau tv. masing-masing.

     namun perkembangan teknologi yang kian pesatnya akan senantiasa berdampak kepada kehidupan masyarkat itu sendiri. ibarat koin yang memiliki dua sisi tentulah ada hal fositive dan hal negative yang bisa di ambil di tengah kian berkembang pesatnya teknologi tersebut. pada ksempatan ini penulis akan fokus kepada media televisi (tv) yang kini menjadi kebutahan primer di kalangan masyarakat indonesia bukan hanya di kota tetapi telah merambah ke hampir seluruh pelosok desa yang ada.

     saking digandrunginya tv ini sebagai media hiburan utama hampir di semua rumah-rumah warga terpampang siaran-siaran tv yang secara massif selam 24 jam menayangkan segala macam informasi yang di muat kedalamnya.

     tidak hanya menyajikan berita tetapi Tv juga menayangkan drama Sinetron (Sinema Elektronik) yang setiap jam selalu menghiasi layar kaca. namun dibalik digandrunginya sinetron ada hal yang harus menjadi fokus utama kita semua sebagai penikmat siaran tv. sering kali generasi muda di rusak moralnya dengan budaya yang tidak sesuai dengan budaya bangsa ini, anggaplah contoh pacaran.

    Pacaran bagi sebagian orang saat ini bukanlah hal yang tabu, tapi sudah menjadi kebiasaan bahkan hampir menjadi budaya dikalangan masyarakat. Tua, muda semuanya akan di buat mabuk kepayang ketika sudah bertemu dengan yang namanya pacaran. lantas kenapa bisa budaya pacaran yang nyata-nyata tidak sesuai dengan jati diri bangsa ini bisa dengan massifnya menggerogoti semua lapisan masyarakat, tua,muda, kaya dan miskin semuannya tidak terlepas dari hal yang satu ini.

   bagi penulis yang menjadi pemasok utama, budaya pacaran adalah dengan adanya sinetron. kenapa??. karena setiap hari anak-anak senatiasa disuguhi adengan berpacaran yang mereka dapat liat dari sinetron. sangat susah rasanya mendapi sinetron sekarang yang tidak mengangkat adegan berpacaran. ibarat sayur tanpa garam, sinetron tanpa pacaran rasanya hambar gitu. karena seringnya generasi muda diperlihatkan dengan hal semacam ini sehingga tertanam di otak mereka bahwa pacaran adalah hal yang sah dilakukan.

   belum lagi dengan aak-anak SD sekarang yang lebih hafal lagu pembuka sinetron ketimbang lagu Indonesia raya. untuk itu penulis berharap kepada semua orang tua agar senantiasa menyeleksi konten-konten yang dapat merusak generasi muda, mengawasi dan membimbing tontonan anak-anak. kepada para pembuat sinerton, harapanya agar buatalah sinetron yang dapat menginspirasi generasi muda bukan malah merusak generasi muda.

penulis; Qurniawan Rusli   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar