Translate

Minggu, 03 Desember 2017

Intelektual Paripurna

https://lh3.googleusercontent.com/-7vjbjKTOEfc/WiQJCtyw8JI/AAAAAAAAAng/LpTKChohHhEYPVyUI6NykkjV87QoCO_3gCEwYBhgL/h120/







kaum intelektual pada zaman sekarang ini lebih di identikan dengan nama Mahasiswa. betapa tidak karena yang akan melajutkan estafet kepemimpinan bangsa kedepanya, yang menjadi tumpuan utama harapan akan itu ada pada pundak mahasiswa. untuk itu mahasiswa di tuntut agar senantiasa memperbarui pembendaharaan kaeilmuanya sebagai modal utama menyongsong hari esok yang lebih cerah.

namun hal itu tidaklah semudah membalikan telapak tangan. butuh doa, usaha dan ketekunan untuk dapat mewujudkan hal itu. karena ''kerja intelektual adalah kerja seumur hidup, melelahkan dan tidak pernah puas'' itulah kemudian salah satu pesan dari Ahmad Syafi'i Ma'arif. sebagai   wake up call kepada semua elemen masyarakat utamanya mahasiswa terlebih lagi bagi kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah.  sebab tantangan kedepan akan sangat berat, jalan yang ditempuh akan sangat terjal, masalah yang akan datang akan silih berganti.

dalam proses pemenuhan kapasistas keilmuan atau kerja intelektual itu maka kader-kader IMM dituntut untuk senantiasa mengamalkan kata pertama yang turun dalam al-Quran yakni kata ''iqra''. yang senantiasa menjadi roh bagi aktivis IMM untuk senantiasa memenuhi dahaga akan keilmuan .

tentunya dalam proses menuntut ilmu itu tidaklah cukup kemudian hanya mengandalkan proses pembelajaran di kelas saja, namun kader IMM harus jelih melihat dan melirik sumber belajar yang lain, sehingga nantinya tidaklah hanya mengandalkan dosen sebagai sumber ladang utama memanen ilmu. maka dari itu kader-kader IMM harus menanamkan spirit "Intelektual Paripurna'' berilmu secara penuh, kapanpun, dimanapun dan apapun kegiatanya harus kemudian tidak boleh meniggalkan kesan keilmuan.

maka kader IMM dengan pembendaharaan keilmuanya akan senantiasa menjadi bola lampu yang akan menarik orang-orang disekitarnya dengan ilmu yang mereka miliki. sesuai dengan salah satu poin penegasan IMM yakni Ilmu amaliah, Amalan Ilmiah.

oleh karena itu waktunya menatap kedepan senatiasa memperbaiki kualitas diri memperkaya diri dengan budaya literasi sebagai modal berharga meraih masa depan yang cerah. karena masa depan ditentukan dengan apa yang kita lakukan hari ini, bukan besok.

penulis Qurniawan Rusli.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar