Translate

Jumat, 22 Desember 2017

Secercah Aksi Untuk Palestina



Dunia dibuat heboh oleh pernyataan sepihak presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang secara sepihak memindahkan dan menyetujui pemindahan Ibukota Israel yang dulunya berada di Tel Aviv ke kota suci Yerusalem. sontok seluruh dunia bereaksi atas putusan sepihak ini, bukan hanya negara muslim yang dengan tegas mengutuk keras pernyataan Donal Trump ini tapi juga negara-negara yang minoritas muslim pun kompak bergabung merapatkan barisan menantang putusan yang dapat menjadi gerbang Perang dunia ketiga ini.

seperti diketahui bahwa Yerusalem merupakan kota suci agama samawi yakni Islam, Kristen dan Yahudi. dan Yerusalem sudah ditetapkan sebagai cagar budaya Internasional  Persyerikatan Bangsa-Bangsa yang artinya bahwa kota ini tidak boleh dijadikan oleh ibukota negara manapun. melayangnya gugatan dan kecaman atas pernyataan sepihak ini tak lain atas keprihatinan warga dunia atas konflik berkepanjangan yang terjadi anatara Palestina dan Israel. sehingga jika Yerusalem menjadi Ibukota Israel maka, zionis Israel akan dengan leluasa menindas rakyat palestina yang sudah sangat menderita atas penjajahan mereka.

meluapnya aksi protes ini bak jamur dimusim hujan. utamannya Indonesia sebagai negara dengan mayoritas muslim terbesar di dunia maka, secara bergiliran massif rakyat Indonesia dari penghujung Sabang sampai Merauke, ramai-ramai menolak putusan ini.

begitupula yang menginisiasi mahasiswa STKIP Muhammadiyah Enrekang, yang kemudian tergabung dengan nama Aliansi Mahasiswa STKIP Muhammadiyah Enrekang. untuk turun kejalan menyuarakan kecaman atas pengkaliman secara sepihak oleh Donal trump ini. Aliansi Mahasiswa STKIP Muhammadiyah Enrekang merupakan sekumpulan mahasiswa STKIP Muhamamdiyah Enrekang yang tergabung dalam beberapa organisasi kemahasiswaan yang teridiri atas Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), HIMA Prodi dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).

Aksi solidaritas untuk Palestina ini murni merupakan dorongan rasa persaudaraan sesama muslim sekaligus menjadi ajang dukungan moril bagi saudara-saudara muslim yang ada di Palestina. aksi damai ini berpusat di lampu merah tepatnya di depan Masjid Taqwa Muhammadiyah Enrekang, yang didahului dengan orasi yang sampiakan oleh semua ketua organisasi kemahasiswaan STKIP Muhammadiyah Enrekang dan juga oleh beberapa dosen STKIP Muhammadiyah itu sendiri. selain orasi massa yang berkumpul juga membakar foto Donald Trump dan Bendera Israel sebagi bentuk kemarahan atas perbuatan keji yang selama ini mereka lakukan.


setelah itu pembacaan pernyataan sikap oleh aliansi mahasiswa STKIP Muhammadiyah Enrekang yang intinya menentang dan mengecam putusan itu dan sekaligus menyeru kepada seluruh umat islam dan masyarakat dunia untuk memboikot segala macam produk Amerika dan Israel sebagai bentuk pelemahan ekonomi agar kedua negara ini tidak lagi menjadi negara super power.

Penulis Qurniawan Rusli.
tulisan ini untuk saudraku di Palestina. '' kita memang dipisahkan oleh jarak, tapi kita di satukan oleh islam". duka Palestina adalah duka kami semua.

#save_palestine.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar