Translate

Sabtu, 03 Maret 2018

ILMU AGAMA TAK SEKSI LAGI????


Menuntut ilmu merupakan hal yang paling wajib yang dilakukan manusia untuk memperluas wawasan sehingga derajat kita pun bisa terangkat. Menuntut ilmu merupakan ibadah sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW “Menuntut Ilmu diwajibkan atas orang islam laki-laki dan perempuan”. Maka itu baik orang yang berjenis kelamin laki-laki maupun perempuan wajib menuntut ilmu.
يَرْفَعِ اللهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرُُ
Artinya :Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmupengetahuan beberapa derajat (Q.s. al-Mujadalah : 11)
ini merupakan landasan teologis mengapa menuntut ilmu sangatlah penting bukan hanya untuk kalangan anak muda tapi orang tua pun harusnya senang dan gemar dalam menuntut ilmu.meminjam pepatah bijak "tuntulah ilmu mulai dari ayunan sampai liang lahab".  motivasi seperti ini baiknya menjadi patron dalam setiap gerakan dan menjadi ruh untuk meningkatkan semangat dalam mencari ilmu.
utamanya ilmu agama yang telah mengatur segala sendi kehidupan mulai dari yang paling sepele yakni persoalan ilmu agama tata cara pergaulan dan muamalah duniawiyah. semuanya sudah sangat terperinci di atur dalam quran sebagai satu-satunya panduan dalam menjalnakan kehidupan ini.
namun semakin derasnya arus globaliasasi yang mengjangkiti seluruh lapiasan masyarakat, baik itu yang ada di pedesaan apatalagi yang berada di perkotaan, baiknya disikapi dengan bijak untuk memfilter segala macam pengaruh yang bisa saja terjadi. dampak fositifnya yakni dengan adanya globalisasi mempermudah urusan manusia. dengan media informasi kita dapat melihat berbagai macam peristiwa yang terjadi di belahan dunia yang lain dampak negatifnya yakni pesatnya arus komunikasi  dan informasi mempermudah kita dalam mengakses informasi ataupun gambar - gambar yang dapat mempea.ngaruhi tingkah laku, cara pandang, dan gaya berfikir yang bertentangan dengan nilai etika, budaya dan agam
dampak negatif ini sudah sangat nyata dan banyak yang terjadi di sekeliling kita, bahkan dalam tempat peribadatanpun sering terjadi semacam ini. contohnya baru- baru ini disalah satu masjid besar yang ada di enrekang, terdapat pembinaan rutin yang dilakukan oleh pengurus masjid dengan mengadakan kultum yang dilakuakan tiap hari jumat selepas menyelesaikan shalat magrib. silih berganti para da'i dan mubaligh datang untuk menyampaikan risalah atau siram rohani bagi pribadi yang kering keronta akan ilmu agama. namun .. jujur diri ini sendiri merasa sangat kaget akan respon jammah yang menurut hemat saya selaku orang yang masih sangat awan dalam mempelajari agam terkesan dari salah satu jamaah sangat merisihkanuntuk lebih sopan dengan menyebutnya sangat keterlaluan.
bayangkan ketika penceramah dengan apiknya memberikan penjelasan atas materi ceramah yang dibawakanya dengan seketika itu pula salah seorang jammaah tanpa perasaan bersalah sengaja mengeluarkan suara batuk yang dipaksakan hanya semata mata supaya penceramah menghentikan ceramahnya. bukan hanya itu kadang pula pencermah  di sela pembicaraanya dengan mengatakan kata-kata yag betul-betul embuat konsentrasi si penvceramah menjadi buar . bagi saya pribadi ini merupakan bukti bahwa begitu kita telah dilenakan dengan jabatan dan posisi duniawi yang kita dpatkan sehingga dengan sombongnya kita menolak nasehat dari dari orang lain. tak cukup dengan itu sang jamaah pun ketika penceramah bernjak turun dari mimbar mengatakan bahwa " yang namanya kultum itu durasinya tujuh menit bukan 20 menit seperti ini". 
bagi saya pribadi statement seperti ini agaknya tak perlu untuk dikeluarkan kalau memang ada urusan yang penting silahkan keluar untuk urusan itu dan tidak usah tinggal jikalau hanya untuk meracaukan jemaah yang dengan sangat khusysuk mendengarkan siraman rohani. sedikit banyaknya apa yang telah terjadi ini menjadi bukti bahwa ilmu agama tidaklah menarik lagi bagi kaum muslimin itu sendiri dan rasanya dampak dari globalisasi ini semakin terasa denagn mempergaruhi pola fikir, dan tingkah laku masyarakat .
mengutip ucapan Ir.Soekarno dalam bukunya "Islam Sontoloyo"
''jangan sampai kita merasa diri kita ini paling islami, ternyata keislaman kita masih islam yang sontoloyo"
untuk itu mempelajari ilmu agama merupakan poin mutlak yang harus digalakan dengan penuh keikhlasa.


penulis
Bidang Riset dan Pengembangan Keilmuan PC IMM Kab. Enrekang 2017-2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar