Translate

Jumat, 16 Maret 2018

RUANG TABLIGH; DAKWAH BIL QALAM; GERAKAN LITERASI



HAKIKAT KESOMBONGAN
            Apakah kita termasuk orang yang ingin merampas pakaian Allah…….? “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri”. (Al Quran surat Luqman : 18).
            Ayat di atas ada salah satu wasiat dari Luqman kepada anak, sesungguhnya sebelum Luqmanul Hakim menasihati anaknya dengan nasihat ini, beliau telah menasihati anaknya dengan untaian nasihat yang luar biasa ( lihat ayat 13 – 17). Beliau awali untaian nasihatnya dengan nasihat keimanan, kemudian beliau sadarkan anaknya tentang asal muasalnya, dan kewajibannya sebagai anak serta hamba Allah, kemudian ditutup nasihatnya agar tidak sombong.
            Keimanan dan ketha’atan pada Allah tidak akan berguna jika ada kesombongan dalam diri kita, kehinaan yang akan dituai oleh orang – orang yang sombong. Dia tidak akan mendapatkan apa-apa di dunia apalagi di akhirat dengan kesombongannya.
            Pada akhir nasihatnya Luqman ingin mengajarkan pada anaknya tentang ketawadhu’an (rendah hati), Luqman ingin menjaga anaknya agar tidak takabur, agar tidak memalingkan wajahnya dari manusia dengan angkuh, merasa diri paling besar, paling benar, paling berkuasa, serta kekaguman pada diri sendiri sehingga merendahkan dan melecehkan orang lain.
            Mari renungkan firman Allah SWT., dalam surat Al Isra’ : 37  “Dan janganlah berjalan di muka bumi dengan sombong, karena sesungguhnya engkau tak akan dapat menembus bumi dan tidak akan mencapai setinggi gunung.” Seseorang dengan kesombongan dan ketakaburannya tidak akan mampu menembus bumi dan tidak akan mampu menggapai langit. Bahkan justru sebaliknya orang-orang dengan kesombongannya akan dibenci, dimurkai, terhina dan dihinakan dihadapan Allah SWT., dia direndahkan oleh Allah dihadapan manusia,
            Dalam sebuah hadits dari ‘Amr bin Syu’aib meriwayatkan dari ayahnya dari kakeknya dari Nabi Muhammad SAW.: “Orang-orang yang sombong dikumpulkan pada hari kiamat seperti semut-semut kecil dalam bentuk manusia, diliputi oleh kehinaan dari segala arah, digiring ke penjara di Jahannam yang disebut Bulas, dilalap oleh api dan diberi minuman dari perasan penduduk neraka.” (HR. At-Tirmidzi, dihasankan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Adabul Mufrad no. 434).
            Mengapa orang yang sombong terancam dengan kemurkaan Allah SWT ? sebagaimana yang disampaikan oleh seorang shahabat mulia, ‘Abdullah bin ‘Umar ra: “Barangsiapa yang merasa sombong akan dirinya atau angkuh dalam berjalan, dia akan bertemu dengan Allah SWT dalam keadaan Allah murka terhadapnya.” (HR. Ahmad, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Adabul Mufrad no. 427).
            Karena sesungguhnya kesombongan adalah hak Allah SWT., ia adalah pakaian dan selendang kebesaran Allah SWT., dalam sebuah hadits Qudsi Rasulullah SAW., menyampaikan: Kesombongan (Kebesaran atau Kecongkakan) adalah Pakaian Ku, dan Keagungan adalah Sarung Ku. Barang siapa merampas salah satu (dari keduanya) Aku akan lemparkan dia ke neraka jahanam”. (HR. Abu Dawud).
            Di hadits yang lain Rasulullah saw. bersabda : ALLAH SWT berfirman, sifat sombong itu selendang-KU, dan keagungan itu pakaian-KU. Barangsiapa yang menentang-KU dari keduanya, maka AKU masukkan ia ke neraka Jahannam. (HR. Muslim, Abu Dawud dan Ahmad).
            Maka janganlah kita merampas Pakaian dan Selendang Allah SWT., Mari renungkan hadits berikut: “ Tidak akan masuk surga orang yang hatinya terdapat seberat biji sawi dari sikap sombong”. (HR. Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad).
            Rasulullah SAW., tatkala beliau ditanya oleh ‘Abdullah bin ‘Umar ra,“Apakah sombong itu bila seseorang memiliki hullah-hullah yang dikenakannya? ”Beliau SAW., menjawab, “Tidak.” ‘Abdullah bin ‘Umar ra : “Apakah bila seseorang memiliki dua sandal yang bagus dengan tali sandalnya yang bagus?” Beliau SAW., menjawab “Tidak.” ‘Abdullah bin ‘Umar ra : “Apakah bila seseorang memiliki binatang tunggangan yang dikendarainya?” Beliau SAW., menjawab “Tidak.” ‘Abdullah bin ‘Umar ra : “Apakah bila seseorang memiliki teman-teman yang biasa duduk bersamanya?” Beliau SAW., menjawab “Tidak.” ‘Abdullah bin ‘Umar ra. : “Wahai Rasulullah, lalu apakah kesombongan itu?” Kemudian Beliau SAW., menjawab: “Meremehkan kebenaran dan merendahkan manusia.” (HR. Ahmad, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Adabul Mufrad no. 426).
            Rasulullah SAW., bersabda: “Sesungguhnya Allah mewahyukan kepadaku agar kalian bersikap tawadhu’ hingga tidak seorang pun menyombongkan diri atas yang lain dan tak seorang pun berbuat melampaui batas terhadap yang lainnya.” (HR. Muslim no. 2865). Wallahu’alam. (dikutip dari berbagai sumber).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar